Digitalisasi yang Mengakibatkan Perubahan dalam Interaksi Sosial
Kamis, 26 Maret 2020

  

Social distancing adalah sebuah istilah yang marak diutarakan banyak warga dari berbagai lapisan masyarakat semenjak merebaknya virus corona di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu. Ini merupakan sebuah imbauan untuk membatasi interaksi sosial guna menekan peningkatan tersebarnya virus tersebut. Masalahnya, masih banyak masyarakat yang justru menganggap program social distancing ini adalah program liburan yang diisi dengan kegiatan di luar rumah bersama keluarga atau teman. Dalam mencegah hal ini, salah satu dosen FIKom Untar, Ibu Diah Ayu Candraningrum, ST, MBA, M.Si, menulis sebuah artikel terkait peranan teknologi di tengah pandemi ini dengan judul "Teknologi yang Mengerti Kita di Tengah Wabah Virus Corona." Artikel tersebut dipublikasikan melalui Kompas.com pada 26 Maret 2020.

Ibu Diah mengaitkan peranan manusia sebagai makhluk sosial dengan digitalisasi yang memudahkan keberlangsungan hidup. Perkembangan teknologi yang mengakibatkan perubahan sosial, seperti cara berkomunikasi yang lebih maju atau dalam praktiknya adalah video conference untuk rapat atau belajar. Tatanan masyarakat baru ini mengalami transisi budaya yang mengakibatkan ketergantungan terhadap teknologi. “Sehingga sebagai konsumen, masyarakat perlu melakukan filter teknologi untuk mengambil manfaat optimal bagi kemajuan masyarakat. Sebagai produsen, teknologi yang dikembangkan hendaknya bertujuan untuk meningkatkan peradaban manusia dan bukan menghancurkannya,” tulisnya. (CA)

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018