Merayakan Dies Natalis ke-14 Fikom Untar
Senin, 22 Juni 2020

  

Tepat pada tanggal 22 Juni 2020, Fikom Untar merayakan ulang tahunnya yang ke-14 dengan mengadakan penghargaan untuk karyawan, dosen, dan mahasiswa berprestasi, serta diskusi bersama. Dr. Riris Loisa, M.Si., Dekan Fikom Untar, membuka acara ini dengan laporan prestasi dan aktivitas fakultas setahun belakang ini. Fikom Untar sendiri dalam setahun ini telah mencetak prestasi peringkat 4 Prodi Ilmu Komunikasi se-Indonesia versi sinta.ristekbrin.go.ig, akreditasi Jurnal Komunikasi Sinta 2, mengadakan Konferensi Nasional Komunikasi Humanis (KNKH) 2019, kampanye Ruang Digital Sehat dengan BPSDPM Kominfo Manado, dan prestasi lainnya.

Selanjutnya Prof. Agustinus Purna Irawan, rektor Universitas Tarumanagara, mengucapkan “Selamat ulang tahun ke-14 untuk Fakultas Ilmu Komunikasi. Walaupun terbilang muda usianya, kontribusinya sudah banyakm namun masih dapat ditingkatkan kembali. Diharapkan fakultas ini dapat menjadi salah satu fakultas terdepan dalam membangun komunikasi yang efektif serta mendorong mahasiswanya dan masyarakat saat situasi ini.”

Dilanjuti dengan sesi diskusi dengan narasumbernya Prof. Dr. Paulus Wirutomo, M.Sc., seorang Pakar Sosiologi Pendidikan dan moderatornya Dr. Rezi Erdiansyah, M.S., Dosen Universitas Tarumanagara. Mengangkat tema “Perubahan Sosial, Peluang, dan Tantangannya bagi Dunia Pendidikan,” Prof. Paulus  membahas bagaimana keadaan pandemi Covid-19 ini mengubah tatanan dan struktur pembelajaran di Indonesia. Prof. Paulus  berpendapat, “New normal menjadi tantangan utama masyarakat Indonesia karena masih banyak terjadi civil disobedience dimana akar permasalahannya adalah belum terbentuknya pemahaman mengenai Covid-19, cara penularannya, dan cara pencegahannya.” Mengingat sulit pemahaman masyarakat Indonesia, ia berpendapat bahwa kurikulum pendidikan yang monoton dan menuntut hafalan tanpa logika membentuk pekerja-pekerja yang kurang kreatif dan tidak merdeka. Disini Prof. Paulus juga mengajak para peserta untuk mengerti dan menelaah kembali apa yang salah dari kurikulum pendidikan agar keluar dari kerangkeng sistem yang menjebak. (CA)

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018