Webinar tentang GAMERS - Dari Hobi Jadi Profesi
Rabu, 24 Juni 2020

Menyambung Dies Natalis ke-14 FIKom Untar, Webinar GAMERS "Dari Hobi Jadi Profesi" dengan menghadirkan para narasumber yang memiliki kompetensi pada bidangnya. Diadakan pada hari Rabu, 24 Juni 2020 dimulai pukul 10.00 – 11.30 WIB melalui aplikasi Zoom dan Youtube Live. Acara ini terbuka untuk pelajar dan mahasiswa, baik internal maupun eksternal Untar sendiri. Webinar ini dipandu oleh MC Devont, mahasiswa Fikom Untar, dan dibuka dengan sambutan Dekan Fikom Untar, Dr. Riris Loisa, M.Si dan rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan. Prof. Agustinus mengutarakan “Saya melihat dunia gaming sebagai sebuah peluang besar dalam menggerakkan roda kehidupan. Game dapat menghasilkan sisi positif maupun sebaliknya.”

Selain itu, webinar ini juga mengundang mahasiswa, alumni, dan dosen Fikom Untar yang sudah terjun dan menekuni bidang ini. Terdapat Kiwantoro, Founder Elvo Team dan Elvo Community; Meidy “Diamond” Safira, Gaming Streamer; Abdillah, Gamer Nasional; Williem “Okem”, Official Partner FB Gaming; dan Wulan Purnama Sari, S.IKom., M.Si., Dosen Fikom Untar. Tidak hanya membahas seputar dunia gaming, tetapi juga membahas pentingnya dedikasi seseorang dalam menekuni bidang yang dipilihnya melalui contoh real life dari para narasumber.

Ibu Wulan sendiri berpendapat, “Dunia game menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya dari buku. Saya sendiri tidak setuju bahwa game bertentangan dengan dunia pendidikan. Bermain game dapat menjadi alasan dan pemicu motivasi belajar, seperti contohnya bagaimana membuat konten yang lebih menarik.” Menanggapi hal tersebut, Okem pun juga berkata “Menurut saya, apapun profesinya, buatlah sebuah impact. Bahkan penjual pisang goreng saja bisa, seperti Bu Nanik. Dan walaupun tidak terjun kedalam profesi gamer, kalau passion-nya masih di ruang lingkup game, banyak kok profesi yang menunjang seperti contohnya catering, event organizer, dan lain-lain.”

Terjadi gap generation antara orang tua dengan anak tentu juga menjadi penghalang Meidy, Okem, dan Abdillah pada awal mula terjun ke profesi gaming. Meidy sendiri berpendapat, “Kalau mau, pasti bisa. Jangan melihat yang di atas, tetapi yang di bawah. Karena usaha pasti tidak akan mengkhianati hasil.” (CA)

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018