Membingkai Keberagaman dalam Semangat Kampus Merdeka
Selasa, 22 September 2020

 

Merdeka Belajar di Kampus Merdeka menjadi salah satu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Proses pembelajaran yang inovatif dan tidak monoton diharapkan mampu mendukung kompetensi lulusan perguruan tinggi menjadi generasi unggul yang mampu bekerja dengan baik sesuai dengan semangat kebangsaan yang melekat. 

Pada umumnya mahasiswa belajar mengenai apa yang disediakan oleh program studi atau fakultas yang dipilihnya. Mereka belajar tentang esensi dalam aspek teoritis maupun praktis melalui berbagai mata kuliah terkait. Tentu saja capaian pembelajaran mata kuliah dan upaya untuk memperkaya kompetensi sebagai lulusan merujuk kepada disiplin ilmu bersangkutan.

Namun sekarang mahasiswa diberi kebebasan mengambil 20 Satuan Kredit Semester (SKS) di luar prodi utama, dari batas minimal 144 SKS yang wajib diselesaikan untuk Program Sarjana Strata Satu (S1). Dengan kebaruan ini, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan sosial, budaya, teknologi, dan dunia kerja yang berkembang cepat sesuai tuntutan masyarakat. Pengambilan mata kuliah di prodi lain yang masih di lingkungan perguruan tinggi yang sama merupakan proses pembelajaran saling melengkapi sebagai bekal keunggulan lulusan perguruan tinggi.

Selain itu, tidak dapat diabaikan bahwa dalam satu perguruan tinggi terdapat beragam karakter mahasiswa yang dipengaruhi oleh simbol-simbol akademis maupun identitas institusional prodi. Mereka akan larut dalam interaksi keberagaman yang berlandaskan kepentingan ilmu pengetahuan. Bukan kepentingan kelompok atau persaingan tidak sehat yang lepas dari urusan prestasi akademis.

Jika kebhinekaan dapat berkembang melalui program pembelajaran antar prodi dalam perguruan tinggi yang sama, maka program lain, seperti pertukaran pembelajaran antar perguruan tinggi berbeda tentu memiliki peluang menyemai bibit keberagaman yang lebih luas dan bermanfaat bagi kemajemukan pendidikan di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh Bapak Dr. Eko Harry Susanto, M.Si, Ketua Lembaga Pembelajaran Untar dan Dosen Fikom Untar. Pada 20 September 2020 telah diunggah di Kompas.com dengan judul "Membingkai Keberagaman dalam Semangat Kampus Merdeka." Untuk lebih lengkapnya dapat diakses di: http://kmp.im/AGA2pX.

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018