Menuju Lulusan Siap Kerja dengan Kampus Merdeka dan Sertifikasi Profesi
Rabu, 07 Oktober 2020

 

Bagi para mahasiswa yang memasuki tahun ajaran 2020/2021, tentu tidak asing dengan istilah ‘Kampus Merdeka’ yang telah dilaksanakan di Fikom Untar. Tujuan dari penerapan kampus yang merdeka adalah agar mahasiwa nantinya memiliki kemampuan untuk menguasai beragam keilmuan yang berguna di dunia kerja nantinya.

Pada 6 Oktober 2020, diadakanlah webinar bertema “Kampus Merdeka dan Sertifikasi Profesi: Menuju Lulusan Siap Kerja.” Kegiatan ini mengundang Bapak Muslim Basya, BBA., SE., MBA., Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relations Indonesia (LSPPRI) dan Bapak Dr. Muhammad Adi Pribadi, S.E., M.I.B., M.Comm., Dosen Fikom Untar. 

Pertama-tama, webinar dibuka oleh Dekan Fikom Untar, yaitu Ibu Dr. Riris Loisa, M.Si yang berpesan, “Semoga webinar hari ini dapat mempersiapkan kalian saat berkiprah di dunia PR, karena kalian butuh pandangan soal PR dan mengapa sertifikasi diperlukan di industri tersebut.”

Webinar ini memang diadakan khusus untuk para mahasiswa semester 7 yang mengikuti mata kuliah Kapita Selekta, untuk mengenal lebih jauh tentang dunia PR dan pentingnya sertifikasi profesi di industri sekarang ini. Dibagi ke dalam dua sesi, webinar ini memberikan pengetahuan lebih luas terhadap pentingnya sertifikasi profesi dan dampak kurikulum kampus merdeka kepada para mahasiswa.

“Sertifikasi tidak cukup. Dan bukan jaminan juga bahwa Anda siap kerja. Tapi apa yang harus kita lakukan? Ya, bangun dari sikap. Kita berangkat dari sebuah profesi yang dealing with people. Seorang PR itu baru bisa berkomunikasi kalau sudah connect with your audience,” kata Pak Muslim.

“Internet telah merubah cara publik mengakses informasi. Inovasi-inovasi tersebut akan mengubah cara kerja PR seperti bidang lainnya juga. Jadi, pertanyaannya adalah bagaimana dengan sekarang ini? Apa saya bisa bertahan di dunia PR? Banyak banget yang bertanya soal ini. Yang perlu ditanyakan hanya 1 kalimat aja, yaitu apakah diri kalian masih relevan dengan pengetahuan dimiliki,” lanjutnya.

Pada sesi kedua, Pak Adi berkata, “Dengan kurikulum Kampus Merdeka, wawasan mahasiswa diperluas. Tidak dikotak-kotakkan dalam satu ruang saja. Saat ini BUMN dan instansi pemerintah mengirimkan para karyawan PR-nya untuk mengikuti uji kompetensi di LSPPRI. Begitu pun juga para lulusan di beberapa universitas negeri dan swasta.”

Sebagai moderator pada acara ini, Dr. (Can) Yugih Setyanto, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan Fikom Untar, menyimpulkan, “Kompetisi memang tidak dapat dihindari dan dengan kompetisi juga kita bisa bersaing serta berkembang. Membangun behavior sebagai PR penting. Serta membangun image dan reputasi juga dibutuhkan tetapi jangan lupa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Selain itu, seorang PR jangan hanya asik dengan dunianya sendiri, harus berinteraksi dengan berbagai orang dari berbagai lapisan juga.” (CA)

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018