Tidak Mati Gaya Meskipun dengan Komunikasi Virtual
Kamis, 08 Oktober 2020

 

Dampak pandemi di Indonesia telah menjadi dilema yang sangat berat semenjak Maret lalu. Berbagai kegiatan yang tadinya dapat dilakukan sebelum pandemi, sayangnya harus digantikan dengan internet sebagai medium perantaranya. Perubahan cara berkomunikasi, cara berpikir, dan cara berperilaku terjadi pada masa new normal ini.

Pada 7 Oktober, PRO baru saja mengunggah PRO News melalui IGTV, dengan pembahasan bertema Dampak Komunikasi Karena Pandemi. PRO News episode ke-2 tersebut dibawakan oleh Travela dan Valencia, mahasiswi Fikom Untar yang tentunya tergabung di dalam UKMF PRO.

“Adanya pandemi yang mengharuskan kita untuk tidak melakukan aktivitas di tempat-tempat keramaian guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hal ini menyebabkan perubahan pada kehidupan sosial di masyarakat, yang salah satunya didukung oleh teknologi komunikasi,” kata Travela.

“Perlu direnungkan bahwa social distancing atau menjaga jarak tidak membuat kita mati gaya. Kita tetap dapat bersosialisasi dengan menggunakan media di era globalisasi ini. Hanya saja kita belum terbiasa dalam keseharian hidup dari ruang fisik ke ruang virtual,” lanjutnya.

Valencia sendiri berpendapat bahwa jembatan komunikasi melalui media-media tersebut tentunya dapat memberikan edukasi, informasi, dan persuasi. “Interaksi kita memang dibatas karena jarak, namun tidak terbatas dalam interaksi di dunia digital. Walaupun memang akan berjalan lebih efektif jika dilakukan secara fisik dan dalam satu ruang,” tutupnya.

Untuk kalian yang ingin dengar lebih lengkap, silahkan kunjungi https://www.instagram.com/p/CF_xCEjhx0M/ (CA)

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018