Seluk Beluk Jurnalistik Investigasi di Tengah Pandemi
Jumat, 06 November 2020

  

 

Jurnalistik investigasi bisa dibilang sebagai salah satu produk jurnalistik yang tidak mudah dihasilkan. Selain memakan tenaga dan waktu, proses peliputan jurnalistik investigasi tidak jarang membutuhkan biaya yang banyak dan mengancam keselamatan reporter. Pandemi covid-19 juga menjadi salah satu penghambat jurnalis dalam mendapatkan bahan reportase mereka.

 

Namun, jurnalis masa kini dapat mengandalkan satu keuntungan yang belum dimiliki oleh jurnalis masa lampau, yaitu ketersediaan data secara digital. Dalam Webinar Series Fikom Untar Seri 1: Wajah Jurnalistik Investigasi di Era Pandemi, Bagja Hidayat dari Majalah Tempo dan Gafar Yoedtadi dari Fikom Untar memaparkan modal apa saja yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis investigasi untuk meliput di mana pun dan kapan pun. 

 

“Tantangannya tetap sama, yaitu menyajikan berita yang benar,” ungkap Bagja Hidayat, Redaktur Pelaksana Bidang Investigasi Majalah Tempo. “Dua modal dalam investigasi itu adalah curiousdan skeptis,” ungkap Bagja yang sudah berpengalaman 20 tahun. 

 

“Curiousitu selalu ingin tahu atau penasaran, kemudian skeptis itu adalah ragu-ragu atau curiga pada setiap informasi. Wartawan harus memiliki empat sikap ini: selalu ingin tahu, penasaran akan informasi baru tapi sekaligus ragu-ragu terhadap informasi tersebut, bahkan curiga,” lanjut Bagja. 

 

Tantangan yang dihadapi jurnalis sekarang justru muncul pada proses analisis data. “Data itu masuk terus tiap hari, tapi bagaimana cara menganalisis supaya bermanfaat?” ujar Gafar Yoedtadi, dosen Fikom Untar yang berkonsentrasi di bidang jurnalistik. 

 

“Masuk ke era digitalisasi, lahirlah jurnalisme yang disebut data: penggalian, pengumpulan, dan analisis data untuk dijadikan berita,” lanjutnya. “Kemudian, lahirlah apa yang disebut new generations of hybrid journalists, yakni orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk mengulik data: journo-coders, data journalists, programmer-journalists.”

 

Nantikan materi-materi seru lainnya di seri selanjutnya dalam Webinar Series Fikom Untar! (AC)

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018