Akselerasi Bisnis Digital di Era New Normal
Jumat, 13 November 2020

  

 

Pandemi covid-19 telah mengubah cara masyarakat hidup dan bekerja selama beberapa bulan terakhir ini. New normal bagi bisnis saat ini selalu diidentikan dengan kegiatan work from home, online meeting, media sosial, dan lainnya. Banyak bisnis yang kalau sebelumnya tidak begitu kuat presensi digitalnya, mulai melirik ke sana dan mau tidak mau mengembangkan toko online dan media sosialnya.

 

Pada Webinar Series Fikom Untar seri kedua yang bertemakan "Komunikasi Bisnis UMKM & Perusahaan Rintisan," mengundang Vice President of Corporate Affairs Bukalapak, Sufintri Rahayu dan Dosen Komunikasi Bisnis Fikom Untar, yaitu Dr. Muhammad Adi Pribadi, S.E., M.I.B., M.Comm.

 

Sufintri sendiri menjelaskan bagaimana keadaan buying purchase sebelum dan pada saat pandemi, tren yang terjadi saat pandemi, hingga bisnis apa yang menjamur di Bukalapak pada saat pandemi. "Dengan hal ini, perubahan-perubahan perilaku yang diakibatkan karena pandemi, tentunya memberikan impact pada perilaku belanja. Perilaku belanja online di Indonesia mengalami perubahan yang sangat signifikan. Kita mengalami akselerasi atau peningkatan yang sangat cepat dibanding dengan peningkatan yang dijalankan sebelum COVID-19," ungkap Sufintri.

 

"Kenapa kita harus berbisnis online? Kelebihannya itu tanpa batas. Internet terhubung 24/7 tanpa batas jarak yang dimana pembeli kita bisa datang dari luar negeri. Investasinya juga rendah, modal awalnya cukup rendah dibandingkan kalau kita membuka warung atau toko dimana kita harus sewa tempatnya. Sementara juga, informasi cepat sampai, di mana para customer kamu bisa langsung lihat real time," lanjutnya. 

 

Sejalan dengan apa yang dipaparkan oleh Sufintri, Adi berbicara dari sisi komunikasi bisnis untuk UMKM, dimana pemanfaatan media massa yang murah yaitu internet dapat berdampak sangat signifikan dalam perkembangan sebuah bisnis. Selain itu, beliau juga menceritakan pentingnya perencanaan komunikasi pemasaran untuk bisnis dan interaksi simbolik demi menghadapi tantangan budaya yang ada.

 

"Begitu mudahnya kegiatan berusaha saat ini, anak kecil saja bisa apalagi mahasiswa. Kegiatan usaha itu tidak perlu ribet, bisa dimulai dari hal yang sederhana yaitu hobi. Jadi banyak pengusaha sukses dimulai dari hobi. Hobi yang dikomunikasikan ke orang-orang terdekat. Menjalani usaha ada tantangannya, namun hobi akan melihat tantangan sebagai pelajaran melakukan yang lebih baik lagi esok hari," kata Adi.

 

"Banyak yang gagal berbisnis karena manajemen keuangan yang buruk. Cara mengatasi nya bisa dengan interaksi simbolik. Jadi, seorang pengusaha itu perlu mampu beradaptasi dengan budaya yang dimiliki konsumen melalui komunikasi. Pada saat permintaan banyak, jangan mengeluh. Pada saat sepi bisnisnya, tetap memberikan perfoma terbaik," lanjutnya.

 

Pada akhir Webinar, Adi berpesan, "Mulailah menjadi pengusaha selama menjadi mahasiswa. Kenapa? Karena linkkalian jauh lebih banyak dibandingkan saat lulus. Komunikasi dengan teman-teman baik yang seangkatan, senior ataupun junior berlangsung intens. Tapi pada saat sudah lulus, hal itu jarang."


"Sehingga di situlah momentum terbaik kalian untuk memperkenalkan produk. Teman-teman itu mempunyai keinginan untuk membantu yang tinggi. Mereka juga akan cerita dan memperkenalkan brandkita karena puas dengan produk yang kamu tawarkan. Jadi manfaatkan dan lakukan saat ini juga," tutup beliau (CA)

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018