Menjadi Anak Muda yang Membawa Perubahan
Jumat, 19 November 2021

 

Sumber daya manusia merupakan salah satu kekuatan bangsa, terutama anak muda yang memang cenderung memiliki berbagai ide kreatif dan semangat yang tinggi. Pada webinar KNKH yang dilaksanakan oleh Fikom Untar, Wulan Purnama Sari, S.I.Kom., M.Si  membagikan ilmu tentang bagaimana cara anak muda dapat membawa perubahan. Simak tips-nya berikut ini! 

 

Mulai dari Hal Kecil

“Contoh yang paling gampang, sesuatu yang kecil bisa dimulai dari misalnya selalu membawa kantong belanja saat kalian pergi, misalnya kalian pergi ke mall, kalian membawa kantong belanja sendiri, kalian bisa membantu lingkungan, jadi bisa dimulai dari hal-hal yang kecil, sederhana, tetapi dari hal kecil itulah yang bisa membawa dampak besar.”

 

Melihat Sesuatu dari Sisi Positif

“Jadi kalau kita ibaratkan, segala sesuatu itu ada dua sisi, ada negatif dan positif. Kemudian, cobalah melihat sesuatu dari sisi positifnya. Contohnya, kalian merasa dosen kalian selalu memberi tugas yang terlalu membebankan untuk kalian, tapi kalau dilihat dari sisi positif, ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang lebih lagi. Hal itu bisa menjadi sisi positif.”

 

Speak Up

Speak up ini artinya kalian harus bisa mulai berani untuk beropini, harus berani mengutarakan apa yang menurut kalian benar, atau minimum mengutarakan apa pendapat kalian. Kalau kalian tidak berani bicara dan diam saja, perubahan sosial tidak akan terjadi.”

 

Aktif Berpartisipasi

“Kita juga bisa mulai dengan aktif berpartisipasi, misalnya bisa dimulai dari kegiatan organisasi di kampus, atau mengikuti segala kesempatan yang terbuka bagi mahasiswa, ikut dalam kegiatan penelitian dosen, ikut dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dosen. Hal itu bisa menjadi hal-hal yang kalian bawa atau mulai untuk membawa perubahan.”

 

Tidak hanya memberi tips yang berguna untuk anak muda, Wulan juga menyampaikan sarannya. Ia berkata, “Saran saya untuk kita semua adalah dengan tidak pernah berhenti belajar. Kenapa? Karena kehidupan itu tidak pernah berhenti mengajarkan kita sesuatu, jadi saat kita merasa puas, merasa sudah cukup, kita akan berhenti belajar dan saat itu juga  kemampuan itu berhenti.” (VY)

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018