Ekspresi Kreasi Generasi Muda di Citayam Fashion Week
Jumat, 29 Juli 2022

 

Citayam Fashion Week menjadi perbincangan yang ramai di masyarakat. Fenomena ini diawali oleh para remaja asal daerah penyangga Jakarta yang menjadikan kawasan ruang terbuka Dukuh Atas-Sudirman, Jakarta Pusat sebagai tempat nongkrong.

 

Seiring perkembangannya, Citayam Fashion Week pun kerap dibandingkan dengan Street Fashion Harajuku di Jepang. Para remaja memanfaatkan jalanan sebagai pagelaran busana sebagai bentuk mengekspresikan selera unik fashion mereka. Alih-alih menjadi tempat tongkrongan saja, lokasi ini disulap menjadi tempat di mana generasi muda menuang kreativitasnya.

 

Terkait fenomena ini, dosen Fikom Untar, Nigar Pandrianto, S.Sos., M.Si., memberikan pandangannya. Nigar berpendapat bahwa Citayam Fashion Week menjadi bentuk perlawanan di mana bukan hanya seorang profesional yang mampu berkarya. 

 

“Kemudian, tempat diadakannya fashion week juga nyatanya tidak melulu dilakukan di tempat yang bergengsi. Media sosial tak elak menjadi pemicu fenomena ini di kalangan anak muda,” tambahnya. 

 

Selain itu, mahasiswi Fikom Untar, Alannys Zefanya Kambey mengatakan bahwa Citayam Fashion Week menjadi wadah untuk mengekspresikan kebebasan dan kreativitas dalam hal berpakaian. 

 

“Menurut saya pribadi, Fenomena Citayam Fashion Week membawa dampak baik bagi generasi muda yang mau menuangkan ide mereka dalam seni fashion. Sehingga banyak anak muda yang bisa bebas mengekspresikan jiwa kreativitas mereka dalam hal cara berpakaian,” tuturnya.

 

Bagaimana Citayam Fashion Week menurut pandanganmu? (AK)

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018