Fikom Untar Adakan KNKH 2022 Bertajuk Budaya Pop, Komunikasi dan Masyarakat
Sabtu, 19 November 2022

 

Fikom Untar menyelenggarakan kegiatan Konferensi Nasional Komunikasi Humanis (KNKH) dengan tajuk utama “Budaya Pop, Komunikasi dan Masyarakat” secara daring pada 17-18 November 2022. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., M.M., I.P.U., AE.

 

Ketua Panitia KNKH 2022 Dr. Moehammad Gafar Yoedtadi, M.Si. menyampaikan bahwa pemilihan tema seputar budaya pop berangkat dari fenomena sosial yang marak terjadi hari-hari ini. Kekuatan media sosial dalam menciptakan trending topic memunculkan beragam budaya baru dan budaya populer tersebut dikemas oleh media sebagai konsumsi khalayak ramai. 

 

“KNKH kali ini hendak membahas fenomena tersebut dari perspektif akademik terutama dari sisi ilmu komunikasi dalam berbagai ruang lingkup,” tutur Gafar. 

 

Berkaitan dengan tema, KNKH 2022 menghadirkan tiga orang narasumber antara lain Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Manneke Budiman, SS, MA, Ph.D,  Aktivis Sosial dan Kebudayaan Inaya Wahid, Dosen Fikom Untar Lusia Savitri Setyo Utami, S.Sos., M.Si., serta moderator yakni Dosen Fikom Untar Dr. Muhammad Adi Pribadi, S.E., M.IB., M.Com., C.PR. 

 

Dalam pemaparannya, Prof. Manneke menekankan bahwa komunikasi dalam budaya populer menyampaikan pesan kepada publik yang tujuannya belum tentu untuk memperlihatkan sesuatu tetapi justru untuk menyembunyikan sesuatu. Hal ini dapat berupa pesan yang terdistorsi dari kebenaran dan berfungsi untuk melayani kepentingan tertentu. 

 

“Pesan terdistorsi yang disampaikan secara masif dan terus-menerus itu melahirkan sebuah fenomena baru dalam budaya populer yaitu hoax atau fake news. Cara paling efektif untuk melawan berita palsu adalah membekali netizen dengan critical literacy yang melibatkan critical thinking skill dan digital literasi,” ujarnya. 

 

Sementara itu, Inaya menyoroti budaya pop yang terjadi di sekitar generasi muda. Budaya pop menjadi penting untuk membicarakan nilai dan prinsip kemanusiaan di masa kini. 

 

”Kemanusiaan adalah mainframe. Apapun budayanya, jika orang tersebut memegang teguh kemanusiaan, maka ia akan berbuat kebaikan,” ujar Inaya.

 

Sedangkan Dosen Fikom Untar Lusia Savitri membahas tentang budaya pop yang berkaitan dengan kuatnya gelombang pengaruh K-Pop di Indonesia. Lusia mengutarakan bahwa Hallyu dapat mengubah krisis menjadi peluang. 

 

“Justru di saat pandemi jumlah budaya pop Korea yang diekspor keluar negeri menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Mengingat pandemi membuat orang mengonsumsi lebih banyak konten hiburan. Inilah yang disebut sebagai paradoks dalam pandemi,” jelas Lusia.

 

Konferensi berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh para dosen dan mahasiswa dari  Universitas Islam Riau, Universitas Padjadjaran, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Pancasila, Universitas Sebelas Maret, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita, serta Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis.  

 

Selain itu, KNKH 2022 juga didukung oleh mitra yang turut berkontribusi di antaranya, SeaBank, Harian Kompas dan Kompas.id, Magic, Piattos dan Nova dari Jack and Jill, serta Katadata sebagai media partner. Bersamaan dengan itu, Universitas Islam Riau,  Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita, dan Universitas Pancasila menjadi Co-Host dalam konferensi ini.

 

Dekan Fikom Untar Dr. Riris Loisa, M.Si menyatakan bahwa kegiatan konferensi ini merupakan wadah kerjasama perguruan tinggi, industri, dan profesional yang sejalan dengan program MBKM. 

 

“Semoga kegiatan ini dapat memperkaya wawasan para peserta dan masyarakat yang nantinya akan mengakses buah pikir dari para pemakalah melalui jurnal dan buku yg diterbitkan sebagai luaran konferensi,” tutup Riris.

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018