Jakarta, 28 Januari 2026 — Fenomena meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri, baik untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan, turut menciptakan kebutuhan baru di tengah masyarakat. Kondisi ini membuka peluang berkembangnya jasa layanan pengiriman barang lintas negara, khususnya bagi diaspora Indonesia yang membutuhkan akses mudah untuk mengirim barang dari Tanah Air.
Melihat situasi tersebut, Phillips Cantona, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (Fikom Untar) angkatan 2025, memanfaatkan momentum sebagai peluang bisnis dengan merintis usaha jasa pengiriman internasional GlobalEx. Usaha ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin mengirim barang dari Indonesia ke luar negeri dengan proses yang lebih praktis dan terintegrasi.
Gagasan ini bermula dari pengalaman pribadi Phillips saat membantu seorang kenalan yang tinggal di Amerika Serikat untuk mengirim barang dari Indonesia. Dari pengalaman sederhana tersebut, Phillips melihat bahwa kebutuhan pengiriman internasional bukan hanya bersifat situasional, melainkan memiliki potensi pasar yang kuat dan terus berkembang. Ia kemudian berinisiatif mengembangkan layanan tersebut menjadi sebuah usaha yang lebih terstruktur dan profesional.
Menurut Phillips, salah satu faktor yang turut mendorong meningkatnya permintaan layanan ini adalah tren masyarakat Indonesia yang ramai diperbincangkan melalui tagar #KaburAjaDulu di media sosial. Meskipun tagar tersebut kerap hadir sebagai bentuk ekspresi atau diskusi publik mengenai pendidikan dan karier global, dampaknya juga tampak pada meningkatnya jumlah masyarakat yang benar-benar berangkat dan menetap sementara di luar negeri. Hal ini pada akhirnya menciptakan kebutuhan untuk mengakses barang-barang dari Indonesia, baik untuk kebutuhan pribadi seperti makanan, produk lokal, hingga keperluan penunjang aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, Phillips menegaskan bahwa membangun usaha sejak masih berstatus mahasiswa bukanlah hal yang mudah. Namun, ia memiliki motivasi kuat untuk mandiri secara finansial dan tidak sepenuhnya bergantung pada orang tua. Ia berharap usahanya dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan, sekaligus membantu meringankan beban keluarga.
“Motivasi saya menjalankan bisnis ini adalah ingin punya penghasilan sendiri dan membantu orang tua. Kesempatan itu ada di depan mata, jadi saya ingin berani mencoba,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, Phillips menghadapi berbagai tantangan. Ia menyebut persaingan di bidang jasa pengiriman cukup ketat, sehingga dibutuhkan strategi layanan yang jelas dan konsisten untuk membangun kepercayaan pelanggan. Selain itu, tantangan terbesar juga datang dari aspek personal, seperti menjaga disiplin, konsistensi bekerja, serta kemampuan mengatur waktu di tengah aktivitas akademik.
Ia menilai bahwa menjalankan usaha membutuhkan komitmen tinggi, terutama untuk tetap bertahan meskipun hasil belum terlihat secara instan. Bagi Phillips, ketekunan dan rasa tanggung jawab merupakan kunci untuk terus melangkah dan memperbaiki layanan dari waktu ke waktu.
Phillips juga memegang prinsip bahwa keyakinan harus berjalan berdampingan dengan usaha dan kesungguhan dalam bekerja. Ia percaya bahwa proses membangun bisnis adalah perjalanan panjang yang memerlukan ketahanan mental dan kesiapan menghadapi perubahan.
“Terkadang kesempatan itu ada di depan mata, tetapi tidak akan berarti apa-apa jika hanya dirasakan. Ambil risikonya sekarang, atau kehilangan selamanya,” ungkapnya.
Ke depan, Phillips berharap layanan yang ia rintis dapat semakin berkembang, menjangkau lebih banyak negara tujuan, dan menjadi solusi yang dapat diandalkan bagi masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang tinggal atau beraktivitas di luar negeri. Ia juga ingin usahanya menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berperan aktif dalam menciptakan inovasi dan peluang ekonomi melalui keberanian memulai dari pengalaman sederhana.
Melalui langkah ini, Phillips menunjukkan bahwa tren sosial yang berkembang di ruang digital tidak hanya menjadi perbincangan semata, tetapi juga dapat ditangkap sebagai peluang nyata untuk membangun usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (LI/AK)

