Jakarta, 27 Januari 2026 – Dalam rangka memperingati perjalanan 50 tahun Yayasan Toyota Astra (YTA), diselenggarakan acara Bedah Buku “50 Tahun Yayasan Toyota Astra: Tak Lekang Dimakan Waktu” yang mengulas kiprah dan kontribusi yayasan sejak didirikan pada tahun 1974. Kegiatan ini berlangsung di DoubleTree by Hilton, Kemayoran, pada Selasa (27/1). Acara ini menjadi refleksi atas komitmen jangka panjang Yayasan Toyota Astra dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berdaya saing.
Selama lima dekade, Yayasan Toyota Astra secara konsisten menjalankan prinsip dan visi utama pendiriannya, yaitu membangun SDM berkualitas melalui pengembangan skill, knowledge, dan attitude. Nilai ini berakar dari filosofi Jepang Monozukuri wa Hitozukuri yang bermakna bahwa membangun produk harus berjalan seiring dengan membangun manusianya. Filosofi tersebut menjadi fondasi berbagai program pendidikan yang dijalankan oleh YTA hingga saat ini.
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, menyampaikan harapannya agar kegiatan bedah buku ini dapat menjadi inspirasi dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Selama 50 tahun, Yayasan Toyota Astra telah berkontribusi melalui beragam program pendidikan, mulai dari pemberian beasiswa, bantuan kepada perguruan tinggi, sumbangan alat peraga pendidikan, hingga penyediaan buku-buku teknik otomotif untuk perguruan tinggi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (Fikom Untar) yang turut serta sebagai peserta. Kehadiran mahasiswa Fikom Untar menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan akademik serta memperkaya pemahaman mengenai peran dunia industri dan yayasan sosial dalam pengembangan pendidikan nasional.
Salah satu mahasiswa Fikom Untar mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan tersebut. “Melalui bedah buku ini, kami mendapatkan perspektif yang lebih luas mengenai pentingnya kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan. Nilai-nilai yang diusung Yayasan Toyota Astra sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini, khususnya dalam pembentukan karakter dan etos kerja,” ujarnya.
Acara dibuka dengan penampilan spesial dari Paduan Suara Universitas Indonesia (UI) yang membawakan lagu Hymne Guru dan Ibu Pertiwi, menciptakan suasana khidmat sekaligus menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam pembangunan bangsa.
Sesi bedah buku dipandu oleh wartawan senior Kompas Tonny D. Widiastono sebagai moderator, dan menghadirkan para pembicara dari berbagai latar belakang pendidikan dan sosial, yaitu Guru Besar Ilmu Sosiologi Universitas Indonesia Francisia Saveria Sika Ery Seda, Direktur Perkumpulan Strada Rm. Odemus Bei Witono SJ, serta Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Salatiga Sriyanto. Diskusi ini membahas relevansi nilai-nilai yang diusung Yayasan Toyota Astra terhadap tantangan pendidikan dan pembangunan karakter generasi muda di era saat ini.
Dalam kesempatan tersebut juga dibahas praktik keunggulan Toyota melalui metodologi 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) yang telah ditularkan ke sekolah-sekolah menengah kejuruan. Penerapan 5R di lingkungan pendidikan diharapkan mampu membentuk mentalitas, karakter, dan sikap kerja yang dibutuhkan oleh dunia industri, sehingga lulusan SMK dapat terserap dengan lebih baik.
Vice President Director PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto, berharap buku yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas ini dapat menjadi sarana refleksi bersama. “Buku ini kami harapkan tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan 50 tahun Yayasan Toyota Astra, tetapi juga pengingat akan komitmen kami untuk terus berkontribusi, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia,” ujarnya.
Melalui acara bedah buku ini, Yayasan Toyota Astra menegaskan kembali komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun SDM unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan, sejalan dengan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045. (FD/LI)

