Jakarta, 5 November – Restiani Nur Freta Anastasia, mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (Fikom Untar) angkatan 2023, berhasil membawa pulang medali perunggu dalam Lomba Masak Krista Interfood tingkat internasional pada 4 November pada kategori pasta.
Ketertarikan Restiani terhadap dunia memasak berawal dari kebiasaannya mencoba berbagai hal baru. Lingkungan keluarga yang memiliki kegemaran memasak turut memperkenalkannya pada dunia kuliner. Berawal dari mencoba secara iseng, ia justru menemukan ketertarikan dan kemampuan di bidang tersebut. Hal ini kemudian mendorongnya untuk terus mengembangkan keterampilan memasak yang dimiliki.
Bakat memasak tersebut juga merupakan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun dalam keluarganya, mulai dari nenek, ibu, hingga dirinya. Selain mengikuti berbagai kompetisi, Restiani juga terus berupaya meningkatkan kemampuannya, terutama dalam mengolah berbagai hidangan pasta.
Meski demikian, persiapan kompetisi tahun ini memiliki tantangan tersendiri. Kesibukan dalam menyelesaikan skripsi membuat waktu latihan Restiani menjadi sangat terbatas. Namun, ia tetap bersyukur karena masih mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi dan berhasil memperoleh medali perunggu.
Tidak hanya mengembangkan kemampuan melalui kompetisi, Restiani juga mulai menerapkan keterampilan memasaknya dalam kegiatan bisnis keluarga. Saat ini, keluarganya menjalankan bisnis rumahan yang menyediakan layanan katering serta produk makanan dengan sistem pre-order (PO), di antaranya olahan pasta melalui Pastalabs serta cookies dan cake melalui Bananaleaf.
Dalam menjaga konsistensi berkarya, Restiani memilih untuk menikmati setiap proses yang dijalani. Ia senang mencoba hal baru dan terus belajar untuk mengembangkan diri. Ketika menghadapi kesulitan atau kejenuhan, ia berusaha mengingat kembali tujuan yang ingin dicapai sebagai motivasi untuk terus melangkah.
Baginya, sebuah karya tidak harus langsung sempurna. Keberanian untuk memulai, kesediaan untuk terus berproses, dan kemauan memperbaiki diri merupakan hal yang jauh lebih penting. Kepuasan terbesar justru hadir ketika ia dapat melihat perkembangan dirinya sekaligus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Melalui pengalamannya, Restiani berpesan kepada Fikomers untuk terus berkarya, mengembangkan potensi diri, dan tidak takut mencoba hal-hal baru. Ia percaya bahwa setiap proses merupakan kesempatan untuk belajar dan bertumbuh. Seperti yang ia ungkapkan, “Keep creating, keep growing, and never be afraid to try new things.” (AK)


