Melalui program Hack-Go-Thon 2026, Singapore Polytechnic dengan Universitas Tarumanagara telah berhasil menjalin hubungan kolaboratif. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide kreatif melalui berbagai rangkaian kegiatan seperti workshop, sesi mentoring, hingga pertukaran budaya lintas negara yang diselenggarakan pada 6–10 April 2026 di Jakarta, Bandung, dan BSD.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan campus tour di Universitas Tarumanagara yang bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan kampus serta budaya kehidupan mahasiswa. Dalam sesi ini, Kayla Giovanna turut memperkenalkan Gedung Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (Fikom Untar) beserta budaya dan aktivitas yang biasa dilakukan mahasiswa di dalamnya. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempererat interaksi antar mahasiswa dari kedua institusi.
Selanjutnya, seluruh peserta memasuki sesi penjelasan produk dan masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan MYCL (Mycotech Lab). MYCL merupakan perusahaan yang memanfaatkan siklus pertumbuhan alami miselium jamur, mereka mengubah limbah pertanian menjadi material berkinerja tinggi.

Selain fokus pada inovasi, Hack-Go-Thon 2026 juga menghadirkan pengalaman pertukaran budaya yang berkesan. Salah satu kegiatan unggulan adalah kunjungan ke Saung Angklung Udjo, Bandung. Peserta dapat mengenal lebih dekat budaya Sunda melalui pertunjukan wayang golek, alat musik tradisional, bahkan tari tradisional yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Lalu, peserta juga berkesempatan mempelajari teknik memainkan angklung dan berhasil membawakan sebuah lagu secara bersama-sama, serta mencicipi berbagai kuliner khas Indonesia.

Kegiatan ini memperkaya pengalaman dan wawasan Kayla, “Saya senang dapat belajar dari banyak orang yang lebih berpengalaman di kegiatan ini, karena telah membuka cara pandang sekaligus mengasah kemampuan saya,” ujarnya.
Melalui Hack-Go-Thon 2026, para peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik dan pengalaman praktis, tetapi juga memperluas wawasan global serta mempererat hubungan lintas budaya. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan generasi muda Ilmu Komunikasi Untar yang inovatif dan berdaya saing global. (KG)
