Jakarta, 28 April 2026 – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (Fikom Untar) resmi melaksanakan SMKIM 2026 dengan tema “Kolaborasi Ilmu, Praktik, dan Aksi Nyata Menuju SGDs” diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran yang komprehensif bagi mahasiswa dalam memahami dinamika industri komunikasi dan pemasaran yang terus berkembang. Melalui rangkaian sesi yang diselenggarakan, peserta diharapkan mampu memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh ke dalam praktik kerja profesional.
Pada sesi pertama SMKIM 2026 hadir membahas “Gaya Hidup Generasi Muda di Era Brand Experience: Identitas, Konsumsi, & Komunikasi”. Melalui sesi ini, peserta akan diajak untuk memahami bagaimana konsep brand experience berperan dalam membentuk identitas diri, memengaruhi preferensi konsumsi, serta membangun pola komunikasi yang relevan dengan perkembangan media dan teknologi. Pembahasan ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang komprehensif mengenai hubungan antara gaya hidup, media, dan strategi komunikasi yang digunakan oleh brand.
Untuk mendukung penyampaian materi secara mendalam, SMKIM 2026 menghadirkan para narasumber yang sudah kompeten pada bidangnya, yaitu Gladys Santoso yang merupakan Co-Founder dari Nyanyi Bareng Jakarta, memberikan pemahaman mengenai bagaimana generasi muda memilih komunitas yang sesuai dengan minat & bakat yang terdapat dalam dirinya sendiri. Selain itu, Dr. Faridhian Anshari seorang Antropolog & Peneliti Kajian Olahraga, Media, dan Sosial membagikan penelitiannya bahwa generasi muda melakukan suatu hal dilatarbelakangi oleh motif yang dimilikinya. Lalu, Serena Emerald selaku Corporate Communications PT. Grand Indonesia memberikan insight mengenai branding suatu perusahaan yang dipengaruhi akan cara perusahaan berkomunikasi dengan pasar.
SMKIM 2026 dibuka dengan kata sambutan oleh Sekretaris Program Fikom Untar, Septia Winduwati, S.Sos., M.Si. yang menyampaikan bahwasanya tema ini diangkat agar generasi muda memahami adanya pengaruh brand experience dalam membentuk karakter seseorang.
“Melalui SMKIM 2026, kami berharap mahasiswa dapat memahami peran brand experience dalam membentuk identitas dan perilaku konsumsi, serta mampu mengaplikasikan pemahaman tersebut dalam praktik komunikasi di dunia industri,” Ujarnya.
Dalam sesi ini, pembahasan difokuskan pada berbagai aspek yang membentuk gaya hidup generasi muda di era brand experience, meliputi bagaimana identitas individu terbentuk melalui interaksi dengan brand, perubahan pola konsumsi di tengah perkembangan media digital, serta peran komunikasi dalam menciptakan pengalaman brand yang relevan dan berpengaruh. Peserta juga diajak untuk memahami bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan brand mampu membangun keterikatan emosional dengan audiens serta mempengaruhi persepsi dan keputusan konsumsi.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif antara mahasiswa dan narasumber. Melalui sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan pandangan, serta mendiskusikan berbagai fenomena yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman peserta serta mendorong terbentuknya pola pikir yang lebih kritis dan aplikatif terhadap topik yang dibahas.
Secara keseluruhan, SMKIM 2026 diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran yang komprehensif bagi mahasiswa dalam memahami dinamika industri komunikasi dan pemasaran yang terus berkembang. Melalui rangkaian sesi yang diselenggarakan, peserta diharapkan mampu memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh ke dalam praktik kerja nyata di industri. (AK)

